Buat Status Keren

LSM GARDA P3ER

Proyek PU Jalan Bermasalah”Staff Kasudin Molor” Jakarta,NuSa. Terkait maraknya dugaan proyek bermasalah di Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Selatan Yayat Hidayat enggan ditemui wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang datang mengkonfirmasi dimana beberapa wartawan dihalang-halangi dan tidak diperbolehkan masuk oleh pengamanan dalam (pamdal) menurutnya ini instuksi dari walikota dan PU Jalan Jakarta Selatan. Jum’at (7/11) Camat Pasar Minggu diduga “Perkosa” Anggaran Jakarta,NuSa. Camat Pasar Minggu Su-diyanto diduga tilap anggaran APBD tahun 2010 dan Cuek dengan permasalahan yang meresahkan warganya, hal ini terlihat dari tingkah seorang pejabat Kecamatan yang enggan memberikan keterangan publik dan melemparkan kepada Sekretaris Camat. Terkait beberapa paket pekerjaan Perbaikan jalan dan saluran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diduga bermasalah dan sebagian menghilang, sampai saat ini belum mendapat jawaban serius dari camat Pasar Minggu dimana pada pekerjaan pekerjaan fisik untuk perbaikan jalan, saluran, penopingan pohon dan pennuunjukan lainnya diduga hanya manipulasi administrasi dan diduga fiktif yang berbuntut merugikan keuangan Negara, Pungli Berpakaian Pemda Merajalela di Kecamatan Tebet Jakarta, NuSa. Lagi Lagi Pugutan misterius terjadi di Kecamatan Tebet, seperti Berita NuSa sebelumnya pungutan misterius Tahun 2010 Pekerjaan Hotmik (Layer) di kecamatan Tebet diduga dipungut biaya kepada warga sebesar 200ribu sampai 400ribu tiap penduduk yang di lakukan oleh Oknum Pemda yang mengaku dari kecamatan dan dari beberapa kegiatan untuk perbaikan jalan dan saluran juga masih misterius dimana didalam Dask Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kecamatan Tebet tidak di berikan nama jalan pada lokasi pekerjaannya. Pungutan Hotmik PU Jalan Jakarta Selatan ”Sangat Misterius” Jakarta,NuSa. Pungutan Liar berpakaian Dinas Pemda masih merajalela di Kecamatan Tebet dimana diduga para oknum yang mengambil kesempatan untuk meraih keuntungan dari proyek pemerintah yang sedang dilaksanakan, seperti yang terjadi di jalan Tebet Barat Dalam 1B pembangunan Perbaikan Jalan aspal (Layer) yang di kerjakan oleh PT.Sumber Batu dengan nilai anggaran Rp. 1.531.478.158 dengan penawaran 96,50% dari nilai HPS dimanfaatkan oleh para Oknum yang mengaku dari pihak pemda dengan cara mengetuk rumah warga dan menawarkan agar di depan rumahnya ikut juga di aspal, pada pekerjaan juga masih kelihatan amburadul, diduga tidak sesuai dengan spek. Proyek Pertamanan Jakarta Selatan Bermasalah Jakarta,NuSa. Disepanjang jalan Buncit Raya Jakarta Selatan Rumput dan tanaman banyak yang gugur, dan tidak terawat dan beberapa pagar pada taman terlihat hancur namun anggaran untuk perawatan disinyalir menghilang tanpa jejak, namun belum ada tanggapan serius dari Bambang kasudin pertamanan Jakarta Selatan . " src="http://www.blogger.com/Pemerintah%20Kota%20Palembang_files/banner-2.gif" title=" LSM GARDA P3ER
Proyek PU Jalan Bermasalah”Staff Kasudin Molor” Jakarta,NuSa. Terkait maraknya dugaan proyek bermasalah di Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Selatan Yayat Hidayat enggan ditemui wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang datang mengkonfirmasi dimana beberapa wartawan dihalang-halangi dan tidak diperbolehkan masuk oleh pengamanan dalam (pamdal) menurutnya ini instuksi dari walikota dan PU Jalan Jakarta Selatan. Jum’at (7/11) Camat Pasar Minggu diduga “Perkosa” Anggaran Jakarta,NuSa. Camat Pasar Minggu Su-diyanto diduga tilap anggaran APBD tahun 2010 dan Cuek dengan permasalahan yang meresahkan warganya, hal ini terlihat dari tingkah seorang pejabat Kecamatan yang enggan memberikan keterangan publik dan melemparkan kepada Sekretaris Camat. Terkait beberapa paket pekerjaan Perbaikan jalan dan saluran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diduga bermasalah dan sebagian menghilang, sampai saat ini belum mendapat jawaban serius dari camat Pasar Minggu dimana pada pekerjaan pekerjaan fisik untuk perbaikan jalan, saluran, penopingan pohon dan pennuunjukan lainnya diduga hanya manipulasi administrasi dan diduga fiktif yang berbuntut merugikan keuangan Negara, Pungli Berpakaian Pemda Merajalela di Kecamatan Tebet Jakarta, NuSa. Lagi Lagi Pugutan misterius terjadi di Kecamatan Tebet, seperti Berita NuSa sebelumnya pungutan misterius Tahun 2010 Pekerjaan Hotmik (Layer) di kecamatan Tebet diduga dipungut biaya kepada warga sebesar 200ribu sampai 400ribu tiap penduduk yang di lakukan oleh Oknum Pemda yang mengaku dari kecamatan dan dari beberapa kegiatan untuk perbaikan jalan dan saluran juga masih misterius dimana didalam Dask Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kecamatan Tebet tidak di berikan nama jalan pada lokasi pekerjaannya. Pungutan Hotmik PU Jalan Jakarta Selatan ”Sangat Misterius” Jakarta,NuSa. Pungutan Liar berpakaian Dinas Pemda masih merajalela di Kecamatan Tebet dimana diduga para oknum yang mengambil kesempatan untuk meraih keuntungan dari proyek pemerintah yang sedang dilaksanakan, seperti yang terjadi di jalan Tebet Barat Dalam 1B pembangunan Perbaikan Jalan aspal (Layer) yang di kerjakan oleh PT.Sumber Batu dengan nilai anggaran Rp. 1.531.478.158 dengan penawaran 96,50% dari nilai HPS dimanfaatkan oleh para Oknum yang mengaku dari pihak pemda dengan cara mengetuk rumah warga dan menawarkan agar di depan rumahnya ikut juga di aspal, pada pekerjaan juga masih kelihatan amburadul, diduga tidak sesuai dengan spek. Proyek Pertamanan Jakarta Selatan Bermasalah Jakarta,NuSa. Disepanjang jalan Buncit Raya Jakarta Selatan Rumput dan tanaman banyak yang gugur, dan tidak terawat dan beberapa pagar pada taman terlihat hancur namun anggaran untuk perawatan disinyalir menghilang tanpa jejak, namun belum ada tanggapan serius dari Bambang kasudin pertamanan Jakarta Selatan . " border="0" width="150" height="35" />

Minggu, 19 Oktober 2014

Metro TV mengundang Garda dalam acara Mata Nazwa dengan Tema "Enaknya Jadi Koruptor"

Anggota Garda yang di Undang sangat berantusias dalam debat tersebut bersama sejumlah LSM ICW dan pengacara Ternama

Selasa, 07 Oktober 2014

Senin, 22 April 2013

Buat Status di Franz Marchyano yuk

Jumat, 10 Agustus 2012

Dokumen Fiktif, Oknum Pejabat Dinas Kebersihan DKI Jakarta Bersekongkol Dengan PT Pemenang Lelang

"LPJK dianggap pembohongan publik" Jakarta, WARTA POS
Dalam mewujudkan Good Goverment, sudah selayaknya para Pemanggu jabatan terutama Pimpinan suatu instansi menunjukkan sikap yang dapat memberikan tauladan kepada bawahannya maupun memberikan tindakan yang tegas bila melakukan hal-hal yang merugikan apalagi diindikasikan terlibat dalam suatu tindakan KORUPSI. Bila hal ini tidak dilakukan, disinyalir, pimpinan dari instansi tersebut juga menikmati uang hasil dari korupsi tersebut. Salah satu Instansi yang diindikasikan meraup uang negara dengan cara menentukan pemenang lelang proyek adalah Instansi Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Sama-sama kita ketahui, masalah sampah merupakan masalah serius yang harus ditangani Pemprov DKI Jakarta. Ini dapat dilihat dari program yang dijanjikan Calon Gubernur DKI Jakarta. Namun, kuatnya tekad/niat cagub tersebut untuk melaksanakan program yang dijanjikannya tidak akan terlaksana bila jajaran Pemprov DKI terutama Dinas Kebersihan tidak menjalankannya dengan baik. Apalagi bermain-main dengan anggaran untuk mengatasi permasalahan sampah. Kinerja Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dalam mengawasi kinerja bawahannya perlu dipertanyakan. Hal ini dapat menurunkan simpati masyarakat kepada Fauzi Bowo yang akan bertarung dalam Pilkada putaran ke dua beberapa bulan yang akan datang. Hal inilah yang menjadi sorotan LSM Pelopor dalam beberapa bulan ini. Seperti diketahui, Program Dinas Kebersihan DKI Jakarta tentang peningkatan kinerja pengelolaan persampahan melalui Jasa Pengawasan Swastanisasi dan Angkutan Sampah di lima wilayah di DKI Jakarta memang merupakan suatu program yang sangat dibutuhkan di DKI Jakarta ini. Program ini dapat berjalan sesuai dengan rencana apabila para pelaku-pelaku yang menjalankan program ini memang benar-benar memahami apa yang akan dilakukan, dan profesionalitas yang menjalankan sangat dibutuhkan. Bila tidak, apa yang diprogramkan akan menjadi sia-sia. Menurut LSM Pelopor, jauh-jauh hari mereka meminta kepada Kepala Dinas DKI Jakarta, Eko Bharuna untuk membatalkan Proyek Kegiatan Jasa Swastanisasi dan Pengangkutan Sampah di lima Wilayah Kota DKI Jakarta Tahun Anggaran 2011. Pembatalan tersebut didasari atas Keterlibatan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta selaku Pengguna Anggaran (PA), Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Kebersihan Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Djoko Suratno, SH, MM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terlibat dalam pemenangan proyek kepada beberapa PT yang dokumennya disinyalir palsu. Tugas pokok dan fungsi atas peran serta sebagai tanggung jawab masyarakat dalam rangka memantau penggunaan anggaran dana APBD/APBN yang Efisien, Efektif, Transparan, Terbuka, Bersaing, Adil/Tidak Diskriminasi, Akuntabel, berdasarkan data fakta hasil temuan Investigasi LSM Pelopor pelaksanaan Proyek Kegiatan Jasa Pengawasan Swastanisasi Angkutan Sampah di 5 Wilayah Kota Administrasi Penggunaan Anggaran Tahun 2011 Dinas Kebersihan Prov DKI Jakarta, legalitas keberadaan perusahaan kontraktor pelaksana proyek pengawasan swastanisasi tersebut diduga fiktif dengan praktek penyimpangan. Diantaranya, izin domosili perusahaan tidak terdaftar/tercatat di Kantor Kelurahan sesuai alamat perusahaan, tidak adanya plank nama perusahaan sesuai dengan alamat perusahaan, penyalahgunaan peruntukkan bangunan rumah tinggal menjadi kantor, dugaan sewa/pinjam bendera perusahaan kepada pihak lain Asisten Koordinator Nasional LSM Pelopor, Pardamean Harahap, membeberkan, dengan pagu anggaran sebesar 1,1-1,4 miliar lebih kepada masing-masing PT (5 PT), Panitia Lelang tidak secara jeli atau memang sengaja terjadi persekongkolan sehingga dokumen yang diserahkan oleh ke lima PT tersebut tidak di croscek dilapangan. Adapun perusahaan memenangkan proyek tersebut yaitu, PT Setra Arkan (pengawasan di Jakarta Pusat) dengan nilai pagu anggaran Rp.1.374.867.645, PT Citra Laras (Jakarta Utara) Rp. 1.141.831.152, PT Suarima Patriot (Jakbar) 1.297.188.816, PT Dwikarsa Envacotama (Jaksel) Rp. 1.452.546.480, PT Zimisi Tribina Marubama (Jaktim) Rp. 1.219.509.984. Saat diminta konfirmasi, Kepala Dinas DKI Jakarta yang diwakili PLH Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Kebersihan Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Hendra, selaku KPA/PPK tahun anggaran 2012, sangat heran dengan bukti-bukti yang diperlihatkan Warta Pos, terutama pernyataan tertulis dengan kop surat dan tanda tangan dari Lurah selaku pimpinan wilayah domisi keberadaan PT pemenang proyek tersebut. Menurut Hendra, PT tersebut tidak selayaknya memenangkan proyek tersebut. Hal ini sesuai dengan prosedur maupun peraturan yang berlaku bila mengikuti suatu lelang proyek. Dan selaku panitia anggaran sudah seharusnya menginvestigasi/crosschek keberadaan PT pemenang lelang tersebut. ”saya tidak tau bagaimana ini prosesnya. Karena saya baru menjabat sebulan menggantikan Djoko Suratno yang memasuki masa pensiun” ucap Hendra yang ditemui Warta Pos diruangannya, Selasa (10/07/2012). Hendra juga menjelaskan, untuk tahun anggaran 2012 ini Proyek Kegiatan Jasa Swastanisasi dan Pengangkutan Sampah di lima Wilayah Kota DKI Jakarta ditiadakan. Namun sebagai gantinya, mulai 1 Juli 2012 ini Kegiatan Jasa Swastanisasi dan Pengangkutan Sampah di DKI Jakarta langsung diberikan kepada Kasie Kebersihan di 44 Kecamatan yang ada di DKI Jakarta. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mendorong wilayah sebagai ujung tombak dan memberdayakan petugas-petugas kebersihan di Kecamatan biar lebih efektif. “Ada yang ratusan jutaan, dan ada yang mencapai 8-9 miliar/Kecamatan. Ini tergantung luas wilayah dan kondisi Kecamatan tersebut,” katanya saat ditanya berapa besaran anggaran yang dikeluarkan per Kecamatan. “Ada beberapa petugas. Dari mulai penyapuan, pengumpulan, hingga pengangkutan semua dilakukan di Kecamatan,” lanjut Hendra. Terkait pernyataan Hendra yang mengatakan bahwa anggaran tahun 2011 sudah di LPJK kan di DPRD DKI Jakarta, Asisten Koordinator Nasional LSM Pelopor, Pardamean Harahap, yang dihubungi Warta Pos melalui telepon selularnya mengatakan, bisa saja Laporan Petanggung Jawaban Kerja yang disampaikan tidak sesuai dengan yang terjadi dilapangan. Ini kan namanya pembohongan publik. Dijelaskannya, Proyek Kegiatan Jasa Swastanisasi dan Pengangkutan Sampah di lima Wilayah Kota DKI Jakarta merupakan proyek anggaran tahun 2011 yang pengerjaannya mulai dikerjakan sekitar awal Juli 2011 dan selesai pada tanggal 30 Juni 2012. Bagaimana Kepala Dinas Kebersihan memberikan laporan kinerjanya disaat pekerjaan tersebut masih berlangsung? Jaminan apa yang diberikannya bahwa pekerjaan yang masih berlangsung tersebut berjalan sesuai rencana sedangkan pemenangnya saja memiliki domisili tidak jelas? Kemudian, yang paling menjadi pertanyaan siapa yang memegang keuangan anggaran tersebut disat pekerjaan masih berlangsung. Apakah PT yang menang, atau Pejabat Dinas Kebersihan? Bila PT pemenang yang memegang keuangan anggaran, sebegitu percayakah Dinas Kebersihan kepada PT tersebut? Dia juga membeberkan, LSM Pelopor tetap akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwenang, terutama KPK. “Namanya kasus hukum, apalagi korupsi tidak ada kata terlambat untuk memprosesnya. Kita memang sengaja menunggu sampai masa pekerjaan tersebut selesai yaitu 30 Juni 2012. Kita juga tidak tidak pandang bulu, apakah pejabat tersebut masih aktif atau pensiun, biarlah nanti hukum yang berbicara. ”Satu hal yang perlu saya tegaskan, bila data sudah lengkap, dalam waktu dekat akan kita laporkan. Dan LSM Pelopor tetap akan mengawasi proses hukum tersebut,” tegasnya. (Wesly/fran’s)

Dinas Pendidikan DKI Jakarta Diduga Bersekongkol dengan Rekanan "LSM Segera Laporkan Kadis kejaksa"

jakarta, warta Pos. Pegadaan meubelair Dinas pendidikan DKI Jakarta tahun 2010 dengan nilai anggaran 63.916.160.695 diduga sarat rekayasa administrasi, dimana pada 7 paket tersebut dikerjakan oleh 1 perusahaan dengan nilai penawaran berkisar 98 persen dari nilai pagu anggaran yang dapat merugikan keuangan negara. Tahun 2010 dinas pedidikan DKI Jakarta menganggarkan pengadaan meja kerja sebesar Rp 9.856.300.000, pengadaan kursi meja Rp 4.931.975.261, pengadaan sofa Rp 91.575.000, pengadaan lemari Rp 2.435.450.000, pengadaan meja belajar Rp 25.936.400.834, pengadaan kursi belajar Rp 19.708.060.000 dan pengadaan papan tulis Rp 956.399.600 dikerjakan oleh rekanan binaan dinas pendidikan DKI jakarta yang seharusnya dalam 1 item pekerjaan dikerjakan oleh 1 perusahaan namun pada 7 paket tersebut diduga digelondongkan oleh 1 perusahaan dalam tempo 15 hari kerja dan mempergunakan kontrak dengan tanggal mundur, hal tersebut dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah karena telah menyimpang dari pekerjaan dan adanya persekongkolan "Horizontal" yaitu persekongkolan antara sesama rekanan dan persekongkolan "Vertikal" yaitu persekongkolan yang dilakukan oleh rekanan dengan panitia lelang dan juga diduga adanya tumpang tindih anggaran antara Dinas Pendidikan dan Sudin 5 wilayah DKI Jakarta. Dalam pendistribusian meubelair tersebut terjadi kecurangan dan tidak semua sekolah SD Negeri maupun SMP Negeri mendapatkan bangku, meja ataupun papan tulis yang disediakan karena kurangnya pengawasan dalam kegiatan tersebut. Dalam kegiatan tersebut panitia lelang tidak mau memberikan informasi kepada media ataupun lembaga swadaya masyarakat selaku pengontrol penyelenggara negara dari praktik KKN, dan menghiraukan keterbukaan inrformasi publik bahkan beberapa surat dari LSM ataupun media tidak mau menjawab secara lisan ataupun tulisan lempar melempar masalah dan bersembunyi dibalik masalah menjadi pertanyaan publik. Menurut Jerfri Marpaung Ketua LSM Jakarta Coruption Center Dinas Pendidikan layak di periksa karena hal ini menyangkut keuangan negara, dan segera melaporkan temuannya kejaksa, Polda Metro Jaya dan KPK untuk di tindak lanjuti. temuan dari investigasi tersebut menjadi alat bukti nantinya dalam melaporkan pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dengan cara melanggar hukum dan merugikan negara dari pengadaan tersebut. “Temuan-temuan seperti itu sangat penting. Karena tidak mungkinlah jaksa yang melakukan investigasi tersebut. Tapi kita harapkan aparat penegak hukum nantinya proaktif mengusut masalah ini,” ungkap Jefri Marpaung. (Franz)

Senin, 06 Februari 2012

Jumat, 25 November 2011

Anas Effendi yang baru dilantik sebagai Walikota Jakarta Selatan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Jumat (25/11/2011), berjanji akan memperluas jalur sepeda di wilayahnya dari yang ada sekarang ini.

"Jalur sepeda yang dibuat dari Taman Ayodya sampai Optik Melawai Blok-M akan diperpanjang hingga ke depan Kantor Wali kota Jaksel, di Jalan Prapanca. Apa yang sudah dirintis oleh Wali Kota yang dulu, saya teruskan," tuturnya.

Anas dilantik menjadi Wali Kota menggantikan Syahrul Effendi yang ditempatkan sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman.

Kepada Anas, Gubernur Fauzi Bowo berpesan untuk  bisa mengevaluasi kinerja jajarannya. ''Saya minta Anas mengevaluasi seluruh jajarannya,'' harap gubernur.

Selain itu, Wali Kota Jaksel yang baru juga diminta secara proaktif mengantisipasi bencana yang diakibatkan cuaca ekstrim. Kata dia, Anas harus berfikir dan menyediakan tempat pengungsian jika bencana datang.

''Rangkul tokoh-tokoh masyarakat, libatkan masyarakat untuk mengantisipasi bencana,'' tukas Fauzi Bowo.

Terhadap pesan gubernur tersebut, Anas Efendi berjanji menjalaninya. Dia akan terbuka mendengar keluhan masyarakat.

''Saya akan dengar aspirasi warga. Saya juga akan mengajak warga bergotong royong mengantisipasi bencana seperti banjir, bersih-bersih lingkungan. Saya juga akan melakukan normalisasi kali,'' ungkapnya. (ans/aef) 

Kamis, 17 November 2011

Kasudin Pertamanan Jakarta Selatan Angkat Tangan "Kok Enggak Sekalian Angkat Kaki"


Jakarta, NuSa. Disepanjang jalan Buncit Raya Jakarta Selatan Rumput dan tanaman banyak yang gugur, tidak terawat, beberapa pagar pada taman juga terlihat hancur dan dibeberapa lokasi di Jakarta Selatan juga tampak masih banyak yang tidak terawat. Dilihat dengan kasat mata ini bukan lagi taman tetapi Gurun yang tandus dan tidak pernah dijamah, namun anggaran untuk perawatan disinyalir menghilang tanpa jejak.

Kepala Suku Dinas Pertamanan Heru Bambang Ernanto tidak mau diwawancarai bahkan surat NuSa  sampai saat ini bagaikan bola lempar ke  Kasubag TU, oper  keKepala Seksi, dan kembali ke Kasudin Pertamanan sehingga dinilai Para pegawai kurang profesiaonal, dimana surat permohonan wawancara tidak ada yang berani menjawab, padahal surat tersebut telah di eksposisikan kepada Kasubag TU Pertamanan, Frida (sebelum pensiun) tidak mau menjawab dan melemparkan kepada kepala Seksi Taman dan Jalur, “ini tanyakan saja kepada Kasie Taman dan Jalur”. Ibu Mar’fua dan Pak Jansen Saragih ungkapnya kepada NuSa. Saat di tanya kepada Kasie Pertamanan dan Jalur Nusa juga belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dengan alasan tidak mengetahui pengeksposisian surat tersebut,”langsung saja kepada Kasudin karena surat ini belum pernah saya terima, nanti saya lampirkan lagi ke kasudin” ungkap mar’fua kasie taman dan jalur Pertamanan Jakarta Selatan kepada NuSa sebelum diangkat menjadi Kasudin Pertamanan Jakarta Utara. 
Ttahun 2010 paket pekerjaan pertamanan Jakarta Selatan diduga menuai banyak masalah, dari beberapa rekanan mengatakan paket besar dipecah pecah, ada yang nilainya 10 jutaan sampai kepada 50 jutaan dimana diberikan kepada rekanan dengan penunjukan langsun (PL). Dan beberapa pekerjaan juga dilakukan asal asalan namun dana anggaran turun sertus persen, bagai air yang mengalir.

Frida kasubagTU Pertamanan Jakarta Selatan “ itu enggak benar, asal ngomong saja si Aris” ungkapnya kepada Nusa.
Munir kasie perencanaan Pertamanan jakarta selatan “kalau enggak salah disini paling kecil untuk Anggaran sewaktu waktu paling 600 jutaan kalau di Jakarta barat sekitar 1,3Miliar. Kalau anggaran sewaktu-waktu itu menurutnya diperbolehkan untuk di pecah. Paket gelondongan ini di bagi secuil. Dan yang secuil itu di bagi lagi kesana kesini. Kalau anggaran sewaktu waktu tidak ada yang di tender tetap dibagi kepada para rekanan, contoh “anggaran sewaktu waktu nilainya 500 juta namun itu tidak di tender tetapi dibagi menjadi beberapa bagian kepada para rekanan”. kalau mau lebih jelas Seksi jalur yang lebih mengerti masalah tersebut soalnya tahun 2010 akhir saya diangkat.
Namun Sampai saat ini Heru Bambang Ernanto selalu tidak pernah ada ditempat, angkat tangan dengan persoalan tersebut . Apakah  kasudin Bungkam untuk masalah ini? Atau Apakah Kasudin lagi tidur? Diduga kalau kasudin Pertamanan Jakarta Selatan anggap ini adalah masalah sepele atau Tidak begitu penting???
Tumpak Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Bamustra menilai kinerja Kasudin Pertamanan Jakarta Selatan Lebih baik mundur dari jabatannya " Kok seorang Kasudin angkat tangan, Sekalian aja angkat kaki" hal tersebut harus segera ditindak dan diberikan sanksi" tuturnya Kepada NuSa(Fra'nz)


Yayay Hidayat Kasudin PU Jalan Jakarta Selatan Sembunyi dibalik Masalah


Yayat Hidayat Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Selatan sepertinya cuek dengan maraknya dugaan penyimpangan pada pekerjaan di suku dinas PU Jakarta Selatan atau ikut tidur seperti pegawainya yang baru baru ini tertangkap oleh NuSa, karna setiap Nusa ingin konfirmasi mengenai masalah pungutan liar pada pekerjaan Hotmix yang mengaku Oknum Pemda, Proyek Jembatan yang tidak memiliki papan proyek, dan 10 Paket pekerjaan yang diberikan kepada Rekanan Binaan diatas 95persen dari nilai harga perkiraan sementara (HPS) para staf kasudin mengatakan selalu tidak ada dikantor, ada apa ya???
    Baru baru ini pungutan liar berpakaian Dinas Pemda masih merajalela di Kecamatan Tebet dimana diduga para oknum yang mengambil kesempatan untuk meraih keuntungan dari proyek pemerintah yang sedang dilaksanakan, seperti yang terjadi di jalan Tebet Barat Dalam 1B pembangunan Perbaikan Jalan aspal (Layer) yang di kerjakan oleh PT.Sumber Batu dengan nilai anggaran Rp. 1.531.478.158 dengan penawaran 96,50% dari nilai HPS dimanfaatkan oleh para Oknum yang mengaku dari pihak pemda dengan cara mengetuk rumah warga dan menawarkan agar di depan rumahnya ikut juga di aspal, pada pekerjaan juga masih kelihatan amburadul, diduga tidak sesuai dengan spek.
    Menurut Umar salah satu warga jalan Tebet Barat Dalam 1B “ada Pihak Oknum Pemda yang berseragam datang untuk mengukur jalan untuk di aspal dan menawarkan kerumah rumah untuk di aspal dan dikenakan biaya, karena jatah dari pemda terbatas” ungkapnya kepada NuSa.
     Hal serupa yang dituturkan Budi salah seorang Pengamanan lingkungan tersebut menurutnya para Oknum pemda datang menawarkan kerumah warga agar dihotmik dikenakan biaya sebesar 1juta kepada warga bahkan pak Rt sendiri juga kena” tuturnya kepada NuSa
     Sebelumnya di tahun 2010 hal yang sama terjadi juga pungutan Liar yang mengaku dari pihak kecamatan yang mendatangi rumah warga agar rumahnya ikut di aspal dan perwarga dikenakan sebesar 200ribu hingga 400Ribu rupiah namun sampai saat ini belum diketahui siapa oknum yang mengaku dari pemda tersebut.
     Proyek pembangunan Jembatan di Jl. H.Al-Hasyin Kelurahan Cilandak Barat,Kecamatan Cilandak tidak ditemukan papan Proyek pada Pelaksanaan pekerjaan dimana diduga pekerjaan tersebut tidak dilelang dan beberapa pekerjaan masih tampak amburadul tidak sesuai dengan Perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa.
10 Paket program pembangunan jalan dan jembatan penawaran diatas 95% dari nilai Harga Perkiraan Sementara (HPS) dari 5 Perusahaan masing-masing PT mendapatkan 2 paket pekerjaan diduga Yayat memberikan kepada rekanan Binaan
    Suku dinas PU Jakarta Selatan hanya bisa angkat tangan “lapor saja ke polisi kalau memang di pungut”tutur Harsudin kalau proyek yang di Kecamatan Cilandak memang tidak memakai papan proyek dan nanti kita akan melakukan pemotongan kepada kontraktor yang mengerjakan” ungkapnya KepadaNuSa .
     Saat NuSa meminta izin untuk konfirmasi melalui pesan singkat atau SMS terkait dugaan adanya proyek bermasalah di PU Jakarta Selatan, Yayat menjawab Pesan melalui SMS “ saya tidak ada niat, dan saya takut kepada Allah SWA kalau mau konfirmasi temui pak Aam atau Sasmita”tuturnya.
     Abdul Hair Pamdal Jakarta Selatan melarang masuk kedalam ruangan karena instruksi dari Syahrul Efendi Walikota Jakarta Selatan dan Yayat Hidayat Kasudin PU Jalan Jakarta Selatan dengan alasan didalam sedang ada rapat staf, kalau kasudin dan Kepala Seksi tidak ada diruangan.” kecuali pak yayat menelepon, saya dengar, baru saya berikan masuk”Tuturnya. (Fra’Nz)

Polda Metro Jaya Melacak Pembunuh Siswa SMA Pangudi Luhur dan Himbau Pengusaha Hiburan

Jakarta. Terkait dengan peristiwa keributan di Diskotik Shy Rooftop, gedung Paviliun No. 45 AA Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11/2011) lalu yang menewaskan siswa SMA Pangudi luhur, Raffi Aga Winasya Benjamin (17), Polda Metro Jaya menghimbau kepada para pengusaha hiburan di Jakarta agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan apabila terjadi para pengusaha hiburan dapat bertindak secara cepat, tepat dan benar.
Penusukan Raafi diduga dipicu adanya penyentilan puntung rokok yang dilakukan rekannya ke arah kelompok pengunjung lain, yaitu kelompok Michael. Diduga kuat, keributan ini juga terjadi karena kedua kelompok yang terlibat pertikaian sedang di bawah pengaruh minuman beralkohol, Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Siaga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, namun korban tersebut tewas saat mau dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Oleh karena itu, pihak kepolisan akan melakukan pengetatan soal minuman beralkohol yang dijual di tempat hiburan malam. "Saat ini adalah tempat-tempat hiburan akan ditertibkan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugiyanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/11/2011).
Polda Metro Jaya menghimbau kepada pengusaha/pengelola tempat hiburan, apabila terjadi perkelahian/keributan atau tindak kejahatan lainnya agar melapor ke kantor kepolisian terdekat, dan para pengelolah Usaha agar memasang CCTV
Ditambahkan Imam, pihaknya juga akan berkordinasi untuk pengetatan aturan tempat hiburan di Jakarta Selatan. "Kita akan berkoordinasi dengan pihak yang berkompetensi salah satunya Dinas Kebudayaan dan pariwisata," katanya.
Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Gatot Edy Pramono menuturkan penyidik masih mencari alat bukti yang digunakan pelaku untuk menusuk Raafi hingga tewas. Saat ini, penyidik telah mengidentifikasi kelompok pelaku yang menusuk siswa kelas III SMA Pangudi Luhur tersebut, namun kurang alat bukti sehingga belum ada penetapan tersangka.(Franz)

Selasa, 15 November 2011

Eddy Supriatna “ah engggak usah pake surat-suratlah, suruh aja pak Ungkap datang kemari, saya lama kenal dengan beliau, bilang kalau saya undang dia kekantor saya”edit

JAKARTA (NuSa).
Kepala Suku Dinas Pemakaman Jakarta Selatan, H. Eddy Supriatna mengelak diri untuk ditemui wartawan terkait alokasi dana untuk upah gali-tutup lubang makam yang dikelola oleh Kantor Suku Dinas Pemakaman Jakarta Selatan tahun 2010 sebesar Rp 2,16 miliar dan pada 2011 menurun menjadi Rp 1,98 miliar, fakta dilapangan tidak terealisasi dengan benar, dimana beberapa para penggali lubang makam mengaku tidak pernah menerima upah sepesen pun, baik dari pihak TPU ataupun Sudin Pemakaman.
Selama ini, kegiatan gali-tutup lubang makam itu diserahkan kepada masyarakat di sekitar TPU untuk menggali lobang bila ada yang meninggal dunia dan mendapatkan uplah galian dari para ahli waris, dan beberapa penggali hanya mendapatkan 50ribu sampai 100ribuan tanpa menandatangani selembar kertas pun. tidak pernah sampai sebesar Rp 300 ribu, padahal menurut ketentuan yang berlaku secara umum di DKI Jakarta, pihak pemerintah mensubsidi pengerjaan gali-tutup makam itu sebesar Rp 300 ribu per lubang. Dengan kata lain, berapa pun tarif yang kemudian muncul dari pengerjaan gali-tutup makam itu, duit yang Rp 300 ribu tersebut tetap saja harus disalurkan oleh pemerintah.

Proyek “Alamat Palsu”Kecamatan Pasar Minggu Seperti Lagu Ayu Ting-ting


Jakarta,NuSa. Sepertinya ayu ting ting tertipu lagi melihat anggaran perbaikan jalan amil VIII kelurahan pejaten barat, Pasar Minggu “beralamat palsu”, dimana setelah ditelusuri, tidak ditemukan adanya Jalan Amil VIII namun dalam Dask tahun 2010 Jalan Amil VIII kecamatan Pasar Minggu perbaikan jalan dengan nilai anggaran 43.000.000, begitu juga anggaran  Perbaikan Jalan Pepaya Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu Rp.47.750.146 diduga Palsu, dimana dari hasil keterangan warga sudah 3 tahun tidak pernah ada perbaikan jalan.
Terkait beberapa paket pekerjaan Perbaikan jalan dan saluran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diduga bermasalah dan sebagian menghilang, sampai saat ini belum mendapat jawaban serius dari camat Pasar Minggu dimana pada pekerjaan pekerjaan fisik untuk perbaikan jalan, saluran, penopingan pohon dan pennuunjukan lainnya diduga hanya manipulasi administrasi dan diduga fiktif yang berbuntut merugikan keuangan Negara,
Seperti Anggaran Perbaikan Jalan Pepaya Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu Rp.47.750.146 masih misterius dimana menurut Sugiman warga Jl. Pepaya Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu menurutnya di Jalan papaya tidak pernah ada untuk perbaikan jalan ”sudah tiga tahun tidak pernah di renovasi untuk tahun kemarin enggak pernah ada kok” tuturnya namun didalam anggaran APBD Kecamatan Pasar Minggu disulap menjadi ada dan keterangan Sugiman di bantah J. Manulang selaku Kasie PU Jalan”untuk jalan papaya kami hotmik seperti yang ada pada gambar, dan BPK sudah survey ke lapangan, kita bisa survey ke lapangan warga mana yang berani mengatakan itu, kalau pekerjaannya yang kurang, itu hanya Tuhan yang tahu, boleh kita survei sekarang di lapangan” tuturnya kepada NuSa.
Perbaikan jalan amil VIII kelurahan pejaten barat, Pasar Minggu dengan anggaran 43.000.000 juga tidak dikerjakan alias fiktif, dan diduga menghilang dimana menurut investigasi NuSa jalan Amil VIII tidak ada yang ada sampai Jalan Amil VII saja dan kondisi pada Jalan Amil tujuh Juga sangat Memprihatinkan di mana Jalan tersebut rusak Parah dan menurut J.Manulang juga menuturkan “Anggaran Jalan Amil VIII sudah dipulangkan ke kas Pemda, kami salah membuat lokasi tersebut seharusnya lokasi tersebut adalah Jalan Amil VII, karena diregistrasi Jalan Amil VIII maka kami tidak berani untuk memindahlokasikan anggaran tersebut ke Jalan Amil VII” ungkapnya Kepada NuSa.
Jalan Rambutan dan Komplek Diknas Kelurahan Pejaten Barat masing-masing dengan anggaran pengerukan dan perbaikan saluran air atau drainise sebesar Rp. 45 juta diduga fiktif dimana lokasi untuk pengerukan masih melibatkan warga Namun saat ditanya kepada Karyo Kasie PU Air Kecamatan Pasar Minggu, mengelak “Saya tidak tau” sambil meninggalkan NuSa
Karena akan mau pensiun Su-diyanto Camat Pasar Minggu Cuek dan lepas tanggung jawab selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk manjawab surat NuSa , “Sekretaris Camat yang lebih tahu masalah anggaran, saya enggak tahu menahu mengenai paket tersebut saya hanya sebatas menanda tangani aja, tanyakan saja kepada kasie PU Jalan atau Kaie PU air” ungkapnya.
Su-diyanto Camat Pasar Minggu diduga berkesempatan untuk mentilap anggaran APBD tahun 2010 dan Cuek dengan permasalahan yang meresahkan warganya, hal ini terlihat dari tingkah seorang pejabat Kecamatan yang enggan memberikan keterangan publik dan melemparkan kepada Sekretaris Camat.
menurut Aroman sekretaris Camat ada empat lokasi yang di pulangkan dan untuk Pekerjaan Jalan Pepaya tersebut dikerjakan oleh PT Teladan dengan nilai Anggaran Rp.47.750.146 dengan penawaran 40jutaan, dan semua kegiatan ada foto dan sudah di periksa oleh inspektorat Pembantun, yang diperbaiki paling beberapa meter dan sebagian ada juga yang di kerjakan oleh sudin, wargakan tidak tahu itu”Ungkapnya,
Inspektorat pembantu Kota Administrasi Jakarta Selatan yang mengawasi Kegiatan Pasar Minggu jarang sekali ada di tempat untuk meminta keterangan hasil pemeriksaan untuk anggaran di kecamatan tersebut, diduga Kepala Inspektorat mempunyai kepentingan dan diduga mendapatkan Upeti dari kecamatan , saat di konfirmasi Yudi mengatakan”saya Cuma memeriksa di kecamatan Kecamatan Kebayoran Lama saja dan saya tidak ada wewenang untuk menjawab lokasi tersebut”ungkapnya.
menurut Yayat Hidayat Kasudin PU Jakarta Selatan mengatakan KPA adalah Camat pengawasannya (pimpro) adalah Seksi PU Kecamatan dan pelaksanaan adalah pemborong bentuknya Penunjukan Langsung, kalau sayakan swakelola, kami hanya sebatas perencanaannya saja kecuali dia mengawasi pekerjaan saya Tuturnya.(Fra’nz)

Rabu, 19 Oktober 2011

Upah Gali Makam “Dipertanyakan” Kasudin Pemakaman Jakarta Selatan Mengelak Masalah

Eddy Supriatna “ah engggak usah pake surat-suratlah, suruh aja pak Ungkap datang kemari, saya lama kenal dengan beliau, bilang kalau saya undang dia kekantor saya”

JAKARTA (NuSa).
Kepala Suku Dinas Pemakaman Jakarta Selatan, H. Eddy Supriatna mengelak diri untuk ditemui wartawan terkait alokasi dana untuk upah gali-tutup lubang makam yang dikelola oleh Kantor Suku Dinas Pemakaman Jakarta Selatan tahun 2010 sebesar Rp 2,16 miliar dan pada 2011 menurun menjadi Rp 1,98 miliar, fakta dilapangan tidak terealisasi dengan benar, dimana beberapa para penggali lubang makam mengaku tidak pernah menerima upah sepesen pun, baik dari pihak TPU ataupun Sudin Pemakaman.
Selama ini, kegiatan gali-tutup lubang makam itu diserahkan kepada masyarakat di sekitar TPU untuk menggali lobang bila ada yang meninggal dunia dan mendapatkan uplah galian dari para ahli waris, dan beberapa penggali hanya mendapatkan 50ribu sampai 100ribuan tanpa menandatangani selembar kertas pun. tidak pernah sampai sebesar Rp 300 ribu, padahal menurut ketentuan yang berlaku secara umum di DKI Jakarta, pihak pemerintah mensubsidi pengerjaan gali-tutup makam itu sebesar Rp 300 ribu per lubang. Dengan kata lain, berapa pun tarif yang kemudian muncul dari pengerjaan gali-tutup makam itu, duit yang Rp 300 ribu tersebut tetap saja harus disalurkan oleh pemerintah.
Yanto, salah seorang penggali lubang makam di TPU Pejaten Timur“Kami hanya mendapatkan upah dari para ahli waris. Besarnya tidak sama, tergantung kesepakatan. Tapi, kalau soal upah dari TPU atau Sudin Pemakaman, kami gak pernah menerima dan juga memang gak pernah tahu,”ungkapnya kepada NuSa yang mewakili rekan-rekan seprofesinya.
Sama halnya pernyataan meluncur dari celah-celah bibir Agus, penggali lubang makam di TPU Menteng Pulo. Menurutnya, kalaupun ia menerima uang dari Kantor TPU, judulnya adalah “buat sekadar beli rokok”, kami tidak pernah menandatangani selembar kertas pun, tidak pernah sampai sebesar Rp 300 ribu. “Paling-paling gocap (lima puluh ribu), gede-gedenya juga cepe (seratus ribu),” kata Agus.
Namun menurut Daftar Anggaran Satuan Kerja (DASK) pada APBD tahun 2010, alokasi dana untuk upah gali-tutup lubang makam tercatat sebesar Rp 2,16 miliar, dan pada tahun 2011 menurun menjadi Rp 1,98 miliar yang dikelola oleh Kantor Suku Dinas Pemakaman Jakarta Selatan dikemanakan anggaran-anggaran tersebut?
Menurut Ungkap Marpaung, Ketua Umum Aliansi LSM Nusantara “Setahu saya, tidak pernah ada pernyataan dari pihak Kasudin Pemakaman Jakarta Selatan bahwa anggaran untuk upah gali-tutup lubang makam itu tak terserap dan dikembalikan ke Kas Daerah. Tapi, kalau faktanya anggaran tersebut ternyata tidak mengalir hingga ke tangan yang berhak, di mana sebetulnya dana tersebut terparkir? Apakah di Sudin Pemakaman, atau di Kantor TPU? Semua harus bisa dijelaskan kalau tidak mau disebut sebagai penyelewengan anggaran. Indikasi ke arah sana cukup jelas terlihat dan terasa, kok,” kata Ungkap Marpaung, Ketua Umum Aliansi LSM Nusantara.
Namun Eddy Supriatna mengelak dan mengatakan “ah engggak usah pake surat-suratlah suruh aja pak Ungkap datang kemari, saya lama kenal dengan beliau, bilang kalau saya undang dia kekantor saya”ungkapnya
“Ada apa yah?” Kok kasudin malah menyuruh pak Ungkap datang ke kantornya, ada apa dibalik undangan tersebut, jangan-jangan ada kepentingan terselubung dibalik pertanyaan ini?
Dan apa hubungannya surat wawancara NuSa dengan pak Ungkap sementara pimpinan redaksi NuSa adalah Yuki?.(Fra’nz)

Selasa, 18 Oktober 2011

Proyek PU Jalan Bermasalah ”Staff Kasudin Molor”

Syahrul Efendi : “mungkin dia lagi istirahat”

Jakarta,NuSa. Terkait maraknya
 dugaan proyek bermasalah di Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Selatan Yayat Hidayat enggan ditemui wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang datang mengkonfirmasi dimana beberapa wartawan dihalang-halangi dan tidak diperbolehkan masuk oleh pengamanan dalam (pamdal) menurutnya ini instuksi dari walikota dan PU Jalan Jakarta Selatan. Jum’at (7/11)
10 Paket program pembangunan jalan dan jembatan penawaran diatas 95% dari nilai Harga Perkiraan Sementara (HPS) dari 5 Perusahaan masing-masing PT mendapatkan 2 paket pekerjaan yang diduga Kasudin sudah PU Yayat Hidayat sudah menentukan siapa pemenang lelang tesebut hal ini terlihat dari beberapa paket pekerjaan dengan kode rekening : 5.2.2.20.01.007 yakni PT. Wanita Mandiri Perkasa mendapatkan 2 paket pekerjaan dengan penawaran Rp. 1.791.055.000,-00 dan Rp. 1.818.380.000,-00 (96,89%) dari Nilai HPS, PT. Marga Sarana Raya mendapatkan 2 paket pekerjaan dengan penawaran Rp. 1.770.989.279,00 dan 1.185.043.450,00 (95,80%) dari HPS, PT. Sumber Batu mendapatkan 2 paket pekerjaan dengan penawaran Rp 1.531.478.158,00 dan Rp. 1.531.487.624,00 (96,50%) dari HPS, PT.Hutama Prima mendapatkan 2 paket pekerjaan dengan penawaran Rp. 1.790.368.640,00 (96,85%) dan 1.789.501.371,00 (96,80%) pada HPS, dan PT. Paesa Parsindo Engineering mendapatkan 2 paket pekerjaan dengan penawaran Rp. 1.515.019.977,00 (95,46%) dan 1.518.360.498,00 (95,67%) dari HPS namun sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan dari Hamdan Ketua Panitia Lelang, dari staf sudin mengatakan beliau pindah ke Dinas.
Baru baru ini Proyek Layer (hotmik) di jalan Tebet Barat 1B menuai keritikan dari masyarakat dimana pada pekerjaan tersebut diduga masih dipungut kepada Warga yang mengaku dari pihak pemda dimana pada tahun 2010 sebelumnya juga dugaan tersebut pernah terjadi hal yang sama yang merugikan masyarakat.
Proyek pembangunan Jembatan di Jl. H.Hasyin Kecamatan Cilandak tidak ditemukan papan Proyek pada Pelaksanaan pekerjaan dimana diduga pekerjaan tersebut tidak dilelang dan belum mendapat tanggapan dari Sudin PU Jalan Jakarta Selatan.
Suku dinas PU Jakarta Selatan angkat tangan “lapor saja ke polisi kalau memang di pungut”tutur Harsudin kalau proyek yang di jaga karsa memang tidak memakai papan proyek dan nanti kita akan melakukan pemotongan kepada kontraktor yang mengerjakan” ungkapnya KepadaNuSa .
Saat NuSa meminta izin untuk konfirmasi melalui pesan singkat SMS terkait dugaan adanya proyek bermasalah di PU Jakarta Selatan Yayat menjawab dengan Pesan singkat melalui SMS “ saya tidak ada niat, dan saya takut kepada Allah SWA kalau mau konfirmasi temui pak Aam atau Sasmita”tuturnya.
Abdul Hair Pamdal Jakarta Selatan melarang masuk kedalam ruangan karena instruksi dari Syahrul Efendi Walikota Jakarta Selatan dan Yayat Hidayat Kasudin PU Jalan Jakarta Selatan dengan alasan didalam sedang ada rapat staf, kalau kasudin dan Kepala Seksi tidak ada diruangan.” kecuali pak yayat menelepon, saya dengar, baru saya berikan masuk”Tuturnya.
Hal tersebutmen jadi pertanyaan Publik, diduga Para Pejabat Suku Dinas PU Jakarta Selatan juga Tidur di ruangan dimana seperti yang terjadi beberapa bulan yang lalu seorang staf kasudin tertangkap NuSa sedang tertidur di jam kerja, namun menurut Yayat hidayat saya sudah pernah menegur dan mengatakan ke Pak Walikota namun menurut walikota “mungkin dia lagi istirahat” tutur Yayat.(Fra’Nz)

Camat Pasar Minggu diduga “Perkosa” Anggaran

“mari kita Survey Kelapangan” Namun Berdalih Kesibukan
Jakarta,NuSa. Camat Pasar Minggu Su-diyanto diduga tilap anggaran APBD tahun 2010 dan Cuek dengan permasalahan yang meresahkan warganya, hal ini terlihat dari tingkah seorang pejabat Kecamatan yang enggan memberikan keterangan publik dan melemparkan kepada Sekretaris Camat.
Terkait beberapa paket pekerjaan Perbaikan jalan dan saluran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diduga bermasalah dan sebagian menghilang, sampai saat ini belum mendapat jawaban serius dari camat Pasar Minggu dimana pada pekerjaan pekerjaan fisik untuk perbaikan jalan, saluran, penopingan pohon dan pennuunjukan lainnya diduga hanya manipulasi administrasi dan diduga fiktif yang berbuntut merugikan keuangan Negara,
Seperti Anggaran Perbaikan Jalan Pepaya Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu Rp.47.750.146 masih misterius dimana menurut Sugiman warga Jl. Pepaya Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu menurutnya di Jalan papaya tidak pernah ada untuk perbaikan jalan ”sudah tiga tahun tidak pernah di renovasi untuk tahun kemarin enggak pernah ada kok” tuturnya namun didalam anggaran APBD Kecamatan Pasar Minggu disulap menjadi ada dan keterangan Sugiman di bantah J. Manulang selaku Kasie PU Jalan”untuk jalan papaya kami hotmik seperti yang ada pada gambar, dan BPK sudah survey ke lapangan, kita bisa survey ke lapangan warga mana yang berani mengatakan itu, kalau pekerjaannya yang kurang, itu hanya Tuhan yang tahu, boleh kita survei sekarang di lapangan” tuturnya kepada NuSa.
Saat NuSa ingin menginvestigasi kelapangan bersama Sekcam dan Kasie PU Jalan Pasar Minggu, suasana menjadi berubah, dengan mengatakan lagi ada pertemuan di luar.
Perbaikan jalan amil VIII kelurahan pejaten barat, Pasar Minggu dengan anggaran 43.000.000 juga tidak dikerjakan alias fiktif, dan diduga menghilang dimana menurut investigasi NuSa jalan Amil VIII tidak ada yang ada sampai Jalan Amil VII saja dan kondisi pada Jalan Amil tujuh Juga sangat Memprihatinkan di mana Jalan tersebut rusak Parah dan menurut J.Manulang juga menuturkan “Anggaran Jalan Amil VIII sudah dipulangkan ke kas Pemda, kami salah membuat lokasi tersebut seharusnya lokasi tersebut adalah Jalan Amil VII, karena diregistrasi Jalan Amil VIII maka kami tidak berani untuk memindahlokasikan anggaran tersebut ke Jalan Amil VII” ungkapnya Kepada NuSa.
Jalan Rambutan dan Komplek Diknas Kelurahan Pejaten Barat masing-masing dengan anggaran pengerukan dan perbaikan saluran air atau drainise sebesar Rp. 45 juta diduga fiktif dimana lokasi untuk pengerukan masih melibatkan warga Namun saat ditanya kepada Karyo Kasie PU Air Kecamatan Pasar Minggu, mengelak “Saya tidak tau” sambil meninggalkan NuSa
Su-diyanto Camat Pasar Minggu lepas tanggung jawab selaku Pejabat Pengguna Anggaran (PPA) untuk manjawab surat NuSa, “Sekretaris Camat yang lebih tahu masalah anggaran, saya enggak tahu menahu mengenai paket tersebut saya hanya sebatas menanda tangani aja, tanyakan saja kepada kasie PU Jalan atau Kaie PU air” ungkapnya.
menurut Aroman sekretaris Camat ada empat lokasi yang di pulangkan dan untuk Pekerjaan Jalan Pepaya tersebut dikerjakan oleh PT Teladan dengan nilai Anggaran Rp.47.750.146 dengan penawaran 40jutaan, dan semua kegiatan ada foto dan sudah di periksa oleh inspektorat Pembantun, yang diperbaiki paling beberapa meter dan sebagian ada juga yang di kerjakan oleh sudin, wargakan tidak tahu itu”Ungkapnya,
Inspektorat pembantu Kota Administrasi Jakarta Selatan yang mengawasi Kegiatan Pasar Minggu jarang sekali ada di tempat untuk meminta keterangan hasil pemeriksaan untuk anggaran di kecamatan tersebut, diduga Kepala Inspektorat mempunyai kepentingan di dalamnya, saat di konfirmasi Yudi mengatakan”saya Cuma memeriksa di kecamatan Kecamatan Kebayoran Lama saja dan saya tidak ada wewenang untuk menjawab lokasi tersebut”ungkapnya.
menurut Yayat Hidayat Kasudin PU Jakarta Selatan mengatakan KPA adalah Camat pengawasannya (pimpro) adalah Seksi PU Kecamatan dan pelaksanaan adalah pemborong bentuknya Penunjukan Langsung, kalau sayakan swakelola, kami hanya sebatas perencanaannya saja kecuali dia mengawasi pekerjaan saya Tuturnya.(Fra’nz)

Pungli Berpakaian Pemda Merajalela di Kecamatan Tebet

Jakarta, NuSa. Lagi Lagi Pugutan misterius terjadi di Kecamatan Tebet, seperti Berita NuSa sebelumnya pungutan misterius Tahun 2010 Pekerjaan Hotmik (Layer) di kecamatan Tebet diduga dipungut biaya kepada warga sebesar 200ribu sampai 400ribu tiap penduduk yang di lakukan oleh Oknum Pemda yang mengaku dari kecamatan dan dari beberapa kegiatan untuk perbaikan jalan dan saluran juga masih misterius dimana didalam Dask Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kecamatan Tebet tidak di berikan nama jalan pada lokasi pekerjaannya.
baru-baru ini Pungutan Liar berpakaian Dinas Pemda masih merajalela di Kecamatan Tebet dimana diduga para oknum yang mengambil kesempatan untuk meraih keuntungan dari proyek pemerintah yang sedang dilaksanakan, seperti yang terjadi di jalan Tebet Barat Dalam 1B pembangunan Perbaikan Jalan aspal (Layer) yang di kerjakan oleh PT.Sumber Batu dengan nilai anggaran Rp. 1.531.478.158 dengan penawaran 96,50% dari nilai HPS dimanfaatkan oleh para Oknum yang mengaku dari pihak pemda dengan cara mengetuk rumah warga dan menawarkan agar di depan rumahnya ikut juga di aspal sama halnya yang terjadi pada tahun 2010 lalu namun para oknum yang mengaku dari pihak pemda tersebut juga pintar tidak memberikan kwitansi, atau bukti apapun kepada warga yang dimintai uang tersebut.
Menurut Asti warga Ibu rumah tangga “di tebet timur dimintai uang oleh Oknum Kecamatan, soalnya teman mengatakan pengaspalan jalan di tempatnya di pungut biaya 200ribu sampai 400ribu kok disini ngk dipungut ya, tuturnya kepada saya yang mengaku dari pihak Oknum Kecamatan dengan memakai seragam Pemda”ungkapnya kepada NuSa
Menurut Keluarga Umar salah satu warga jalan Tebet Barat Dalam 1B “ada Pihak Oknum Pemda yang berseragam datang untuk mengukur jalan untuk di aspal dan menawarkan kerumah rumah untuk di aspal dan dikenakan biaya, karena jatah dari pemda terbatas” ungkapnya kepada NuSa.
Menurut Muhammad Soleh Sekretaris Camat Tebet kami tidak mengetahui adanya pungutan tersebut namun hal tersebut bisa saja ada warga yang tidak mendapatkan pekerjaan tersebut meminta agar jalan di depan rumahnya ikut di hotmik lalu di bayar namun kalau untuk Dask 2010 kemarin kami memang salah untuk memberikan nama lokasi tersebut dan untuk tahun yang akan datang kami akan berusaha untuk memperbaikinya dan kami berterima kasih kepada wartawan dan LSM yang ikut serta untuk memantau di Kecamatan Tebet ini” Ungkapnya kepada NuSa.
Menurut Yayat Hidayat Kasudin Pekerjaan Umum Jalan Jakarta Selatan juga tidak mengetahui adanya pungutan tersebut “ hari gini masih pungut yah diborgol” tapi bisa aja ada orang yang sudah di pecat dari Pemda dan mengaku ngaku dari Pihak PU seperti yang terjadi di daerah saya, ada orang menawarkan agar depan rumah saya di hotmik, lalu saya jawab” lah ini kan pekerjaan saya, langsung orang tersebut kabur, namun kalau untuk dari pihak kami itu tidak pernah ada, kalau untuk perbaikan jalan di kecamatan itu bukan wewenang saya untuk menjawab, kuasa pengguna anggaran (KPA) adalah Camat pengawasannya (pimpro) adalah Seksi PU Kecamatan dan pelaksanaan adalah pemborong bentuknya Penunjukan Langsung, kalau sayakan swakelola, kami hanya sebatas perencanaannya saja kecuali dia mengawasi pekerjaan saya Tuturnya kepada NuSa.(Fra’nz)

Pungutan Hotmik PU Jalan Jakarta Selatan ”Sangat Misterius”

Jakarta,NuSa. Pungutan Liar berpakaian Dinas Pemda masih merajalela di Kecamatan Tebet dimana diduga para oknum yang mengambil kesempatan untuk meraih keuntungan dari proyek pemerintah yang sedang dilaksanakan, seperti yang terjadi di jalan Tebet Barat Dalam 1B pembangunan Perbaikan Jalan aspal (Layer) yang di kerjakan oleh PT.Sumber Batu dengan nilai anggaran Rp. 1.531.478.158 dengan penawaran 96,50% dari nilai HPS dimanfaatkan oleh para Oknum yang mengaku dari pihak pemda dengan cara mengetuk rumah warga dan menawarkan agar di depan rumahnya ikut juga di aspal, pada pekerjaan juga masih kelihatan amburadul, diduga tidak sesuai dengan spek.

Pada pemberitaan NuSa sebelumnya di tahun 2010 hal yang sama terjadi juga pungutan Liar yang mengaku dari pihak kecamatan yang mendatangi rumah warga agar rumahnya ikut di aspal dan perwarga dikenakan sebesar 200ribu hingga 400Ribu rupiah namun sampai saat ini belum diketahui siapa oknum yang mengaku dari pemda tersebut.

Menurut Keluarga Umar salah satu warga jalan Tebet Barat Dalam 1B “ada Pihak Oknum Pemda yang berseragam datang untuk mengukur jalan untuk di aspal dan menawarkan kerumah rumah untuk di aspal dan dikenakan biaya, karena jatah dari pemda terbatas” ungkapnya kepada NuSa.

Menurut Harsudin pengawas jalan Tebet tersebut “saya enggak merasa ada pungutan di daerah tersebut, kalau memang ada lapor kepolisilah,contohnya saya layer ni pak ya, ada orang lain menawarin pak ini mau dilayer enggak pak, lalu orang tersebut mau, ya boleh saja anda juga boleh menawarkan layer kepada warga untuk delayer, tapi jangan mengatakan bahwa anda dari pihak pemda.

Ahmad staf sudin PU Jalan Jakarta selatan mengatakan biasanya disaat ada pekerjaan layer ada PT odong (PT yang tidak jelas) mengikuti kita dari belakang dan saat kita layer mereka sering memanfaatkan pekerjaan ini untuk di layer dan mendatangi warga, biasanya mereka pagi-pagi subuh datang, dan aspal yang digunakan juga tidak sama dengan aspal yang kita gunakan.

Menurut Muhamad Soleh seketaris Camat Tebet tidak mengetahui adanya pungutan tersebut, namun bisa saja ada warga yang tidak mendapatkan pekerjaan tersebut meminta agar di depan rumahnya ikut di hotmik, lalu di bayar namun untuk anggaran tahun 2010 kemarin kami memang salah untuk memberikan nama lokasi, untuk tahun yang akanda tang kami akan berusaha untuk memperbaikinya, dan kami sangat berterima kasih kepada wartawan LSM yang ikut serta dalam memantau Kecamatan Tebet ini’ ungkapnya Kepada NuSa.

Menurut Yayat Hidayat Kasudin Pekerjaan Umum Jalan Jakarta Selatan “hari gini masih pungut yah di borgol” pihak kami tidak ada yang memungut dan saya juga tidak mengetahui hal tersebut, tapi bisa aja ada orang yang sudah dipecat dari pemda dan mengaku dari pihak PU Jalan seperti yang terjadi pada daerah saya, ada orang yang menawarkan agar depan rumah saya di hotmik, lalu saya jawab,”lah ini kan pekerjaan saya” lalu orang tersebut kabur, dan ada juga seperti penjual hotmik yang menawarkan jasa agar depan rumahnya juga ikut di hotmik.

Menurut Tumpak Ketua Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Bamustra hal ini sudah menyalahi aturan yang merugikan masyarakat, dimana fungsi dari pengawasan sehingga hal tersebut bisa terjadi dan kami akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib agar diperiksa (Fra’nz).

Proyek Pertamanan Jakarta Selatan Bermasalah

“Kasudin Pertamanan Jarang Dikantor Para Staf Kurang Profesional”


Jakarta,NuSa. Disepanjang jalan Buncit Raya Jakarta Selatan Rumput dan tanaman banyak yang gugur, dan tidak terawat dan beberapa pagar pada taman terlihat hancur namun anggaran untuk perawatan disinyalir menghilang tanpa jejak, namun belum ada tanggapan serius dari Bambang kasudin pertamanan Jakarta Selatan .

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Para pegawai kurang profesiaonal dimana surat permohonan wawancara tidak ada yang berani menjawab dimana, surat yang di eksposisikan kepada Kasubag TU Pertamanan Frida tidak mau menjawab dan melemparkan kepada kepala Seksi Taman dan Jalur “ini tanyakan saja kepada Kasie Taman dan Jalur” ungkapnya kepada NuSa saat di Tanya kepada Kasie Pertamanan dan Jalur juga tidak mengetahui surat tersebut ”langsung saja kepada Kasudin karena surat ini belum pernah saya terima, nanti saya lampirkan lagi ke kasudin” ungkap Cut kasie taman dan jalur Pertamanan Jakarta Selatan kepada NuSa. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan serius dari Kasudin karena tidak pernah berada dikantor.
Selain itu di tahun 2010 paket pekerjaan pertamanan Jakarta Selatan menuai banyak masalah, dari beberapa rekanan mengatakan paket besar dipecah pecah, ada yang nilainya 10 jutaan sampai kepada 50 jutaan dimana diberikan kepada rekanan dengan penunjukan langsun (PL) dari beberapa pekerjaan juga dilakukan asal asalan namun dana anggaran turun sertus persen
Frida kasubagTU Pertamanan Jakarta Selatan “ itu enggak benar, asal ngomong saja si Aris” ungkapnya
Munir kasie perencanaan Pertamanan jakarta selatan “kalau enggak salah disini paling kecil untuk Anggaran sewaktu waktu paling 600 jutaan kalau di Jakarta barat sekitar 1,3Miliar, Kalau anggaran sewaktu-waktu itu menurutnya diperbolehkan untuk di pecah, Paket gelondongan ini di bagi secuil, secuil di bagi kesana kesini, kalau anggaran sewaktu waktu tidak ada yang di tender, contoh anggaran sewaktu waktu nilainya 500 juta namun itu tidak di tender tetapi dibagi menjadi beberapa bagian kepada para rekanan, kalau mau lebih jelas Seksi jalur yang lebih mengerti masalah tersebut soalnya tahun 2010 akhir saya diangkat sebagai kasie perencanaan di pertamanan Jakarta selatan”ungkapnya.(Franz)

Sabtu, 30 Juli 2011

Anggaran Kecamatan Pasar Minggu “Diduga Fiktif” DPRD Dki Jakarta dan Inspektorat Pembantu Punya Keppentingan

Jakarta,NuSa. Tahun 2010 Kecamatan dari seluruh kecamatan di ibu kota DKI Jakarta mengumumkan pemenang pekerjaan fisik untuk perbaikan jalan, saluran, penopingan pohon dan pengadaan lainnya yang di tempel pada dinding Pengumuman dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah di Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah namun disayangkan anggaran tersebut di duga hanya rekayasa administratif di mana masih banyak kegiatan tersebut diduga fiktif dilihat dari beberapa warga masih banyak yang mengeluh dengan kinerja kecamatan yang cuek atas keluhan warga tersebut dan dinilai camat pasar minggu hanya mementingkan diri sendiri.
APBD ditetapkan dengan Peraturan Daerah, Dari tingkat Gubernur, Walikota, sampai kepada tingkat terrendah di kelurahan. Kamis (30/06) beberapa kecamatan dipanggil ke DPRD untuk membahas anggaran tahun 2011 dari mulai komisi A sampai Kepada Komisi E, salah satunya Camat Pasar minggu dan Kasie PU Air dan Jalan, namun belum di ketahui apakah anggaran di tahun 2010 kemarin di bahas mengenai dugaan penyimpangan anggaran namun diduga keras DPRD memiliki kepentingan didalamnya.
Seperti anggaran Perbaikan Jalan Pepaya Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu Rp.47.750.146 masih dipertanyakan dimana hasil investigasi NuSa diduga tidak dikerjakan alias fiktif, menurut Sugiman warga Jl. Pepaya Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu menurutnya di Jalan papaya tidak pernah ada untuk perbaikan jalan ”sudah tiga tahun tidak pernah di renovasi untuk tahun kemarin enggak pernah ada kok” tuturnya dan perbaikan jalan amil VIII kelurahan pejaten barat, Pasar Minggu dengan anggaran 43.000.000 diduga menghilang dimana menurut investigasi NuSa jalan Amil VIII tidak ada yang ada sampai Jalan Amil VII saja dan kondisi pada Jalan Amil tujuh Juga sangat Memprihatinkan di mana Jalan tersebut rusak Parah.
di Jalan Rambutan dan Komplek Diknas Kelurahan Pejaten Barat masing-masing dengan anggaran pengerukan dan perbaikan saluran air atau drainise sebesar Rp. 45 juta diduga fiktif dimana lokasi untuk pengerukan melibatkan warga.
Menurut Mansyur Warga Jalan Rambutan kelurahan pejaten barat mengatakan untuk pengerukan kali melibatkan warga, untuk warga yang tidak ikut dalam mengeruk saluran got biasanya memberikan komsumsi makanan kepada warga ikut bergotong royong dan hal yang sama diungkapkan Pak Tedy N warga Jl. Rambutan kelurahan pejaten barat, pasar minggu Kadang kadang giat kerja bakti di kerahkan warga atau pihak komplek sendiri diadakan sekali sebulan”tuturnya
Su-diyanto Camat Pasar Minggu tidak bertanggung jawab selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk manjawab surat NuSa, “Sekretaris Camat yang lebih tahu masalah anggaran, saya enggak tahu menahu mengenai paket tersebut saya hanya sebatas menanda tangani aja, tanyakan saja kepada kasie PU Jalan atau Kaie PU air” ungkapnya.
Namun saat ditanya kepada Karyo Kasie PU Air Kecamatan Pasar Minggu, mengelak “Saya tidak tau” sambil meninggalkan NuSa
menurut Aroman sekretaris Camat ada empat lokasi yang di pulangkan dan untuk Pekerjaan Jalan Pepaya tersebut dikerjakan oleh PT Teladan dengan nilai Anggaran Rp.47.750.146 dengan penawaran 40jutaan, dan semua kegiatan ada foto dan sudah di periksa oleh inspektorat Pembantun, yang diperbaiki paling beberapa meter dan sebagian ada juga yang di kerjakan oleh sudin, wargakan tidak tahu itu”Ungkapnya,
J Manulang Kasie PU Jalan Kecamatan Pasar Minggu selaku Pengawas” seluruh kegiatan ada photonya dan untuk Anggaran Jalan Amil VIII sudah dipulangkan ke kas Pemda, kami salah membuat lokasi tersebut seharusnya lokasi tersebut adalah Jalan Amil VII, karena diregistrasi Jalan Amil VIII maka kami tidak berani untuk memindahlokasikan anggaran tersebut ke Jalan Amil VII kalau mau lihat datang aja kekantor saya disana anda bisa lihat semua foto kegiatan kami termasuk kegiatan jalan pepaya tersebut” tuturnya di kantor sudin PU Walikota Jakarta Selatan namun saat di datangi kekantornya selalu tidak ada di ruangan dengan alasan lagi dinas luar, hal ini menjadi pertanyaan NuSa apakah dinas Luar apa karena Memang foto dari kegiatan tersebut tidak ada,
Inspektorat pembantu Kota Administrasi Jakarta Selatan yang mengawasi Kegiatan Pasar Minggu jarang sekali ada di tempat untuk meminta keterangan hasil pemeriksaan untuk anggaran di kecamatan tersebut, diduga Kepala Inspektorat mempunyai kepentingan di dalamnya, saat di konfirmasi Yudi mengatakan bapak…. tidak ada lagi keluar ”saya Cuma memeriksa di kecamatan Kecamatan Kebayoran Lama saja dan saya tidak ada wewenang untuk menjawab lokasi tersebut”ungkapnya.
menurut Yayat Hidayat Kasudin PU Jakarta Selatan mengatakan KPA adalah Camat pengawasannya (pimpro) adalah Seksi PU Kecamatan dan pelaksanaan adalah pemborong bentuknya Penunjukan Langsung, kalau sayakan swakelola, kami hanya sebatas perencanaannya saja kecuali dia mengawasi pekerjaan saya Tuturnya.(Fra’nz/Etha)

Senin, 25 Juli 2011

Polda Metro Jaya Berhasil Menyita 29 Mobil Hasil Kejahatan dan Membekuk tujuh tersangka

Jakarta. Polda Metro Jaya Berhasil Membekuk tujuh orang tersangka kejahatan pencurian kendaraan bermotor roda empat (R – 4) sebanyak 29 unit selama periode bulan juni 2011, yang dilakukan Subdit Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metropolitan Jakarta Raya, tersangka yaitu saudari ET (43) Pelaku penggelapan, DF (37), SY (53), H. AS (45) sebagai penadah, FZ (29) sebagai Perantara, AR (39) dan HR (35) bereran sebagai pelaku curanmor dengan modus bius menggunakan obat tidur.
Barang bukti yang di sita oleh satreskrimum Polda Metro Jaya yaitu Toyota Avanza warna Silver tahun 2009 Nopol B-1825-UFO, Toyota Avaza Hitam Metalik tahun 2011 Nopol B-1168-RFD, Daihatsu Xenia Hitam Metalik tahun 2010 Nopol B-1457-SKK, Honda CRV Hitam Metalik Tahun 2010 Nopol B-1077-SJC, Honda CRV Hitam Metalik Tahun 2009 Nopol B-1694-TJB, Nissan Grand Livina Abu-abu Metalik tahun 2007 Nopol B-1067-UKF, Toyota furtuner Biru Metalik tahun 2006 tanpa Nopol, Nissan X-trail Abu-abu Metalik, tahun 2005 Nopol B-1727-BR, Daihatsu Terios Putih Metalik tahun 2010 Nopol B-1611-UKP, Mitsubishi kuda, Merah Metalik tahun 2003 Nopol T-1228-TB, Toyota Kijang Innova Silver Metalik,tahun 2008 Nopol B-1562-BKR, Toyota Kijang Innova Silver Metalik, Tahun 2006, Nopol B-8649-MZ, Honda CRV Hitam Metalik Tahun 2010 Nopol B-1077-SJC, Honda CRV Hitam Metalik Tahun 2009 Nopol B-1694-TJB, Nissan Grand Livina Abu-abu Metalik tahun 2007 Nopol B-1067-UKF, Toyota furtuner Biru Metalik tahun 2006 tanpa Nopol, Nissan X-trail Abu-abu Metalik tahun 2005 Nopol B-1727-BR, Daihatsu Terios Putih Metalik tahun 2010 Nopol B-1611-UKP, Mitsubishi kuda Merah Metalik tahun 2003 Nopol T-1228-TB, Toyota Kijang Innova Silver Metalik tahun 2008 Nopol B-1562-BKR dan Toyota Kijang Innova Silver Metalik Tahun 2006 Nopol B-8649-MZ
Kronologis pencurian tersebut dengan cara, para pelaku menyewa kendaraan rental kemudian dijual atau digadaikan kepada pihak lain, Pelaku berpura-pura melamar sebagai sopir kemudian membawa kabur kendaraan dan menjual dengan harga dibawah standar, dan pelaku menyewa kendaraan berikut sopir lalu ditengah jalan membius dan membawa kabur kendaraan. Pelaku juga kedapatan menggunakan kendaraan yang diduga hasil kejahatan dengan merubah identifikasi kendaraan dan dilengkapi surat-surat palsu.


Barang yang disita kendaraan roda empat sebanyak 29 unit dan barang bukti dapat dilihat didepan parkir BB Kator Subdit Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya dan masyarakat dapat mengambil kendaraan yang dimiliki dengan menunjukan bukti kepemilikan kepada pihak kepolisian Polda Metropolitan Jakarta Raya.(Fra’nz/eTha)

29 Mobil Hasil Kejahatan Disita Polda Metro Jaya Dan Membekuk Tujuh Tersangka

Jakarta,NuSa. Polda Metro Jaya Berhasil Membekuk tujuh orang tersangka kejahatan pencurian kendaraan bermotor roda empat (R – 4) sebanyak 29 unit selama periode bulan juni 2011, yang dilakukan Subdit Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metropolitan Jakarta Raya, tersangka yaitu saudari ET (43) Pelaku penggelapan, DF (37), SY (53), H. AS (45) sebagai penadah, FZ (29) sebagai Perantara, AR (39) dan HR (35) bereran sebagai pelaku curanmor dengan modus bius menggunakan obat tidur.

Barang bukti yang di sita oleh satreskrimum Polda Metro Jaya yaitu Toyota Avanza warna Silver tahun 2009 Nopol B-1825-UFO, Toyota Avaza Hitam Metalik tahun 2011 Nopol B-1168-RFD, Daihatsu Xenia Hitam Metalik tahun 2010 Nopol B-1457-SKK, Honda CRV Hitam Metalik Tahun 2010 Nopol B-1077-SJC, Honda CRV Hitam Metalik Tahun 2009 Nopol B-1694-TJB, Nissan Grand Livina Abu-abu Metalik tahun 2007 Nopol B-1067-UKF, Toyota furtuner Biru Metalik tahun 2006 tanpa Nopol, Nissan X-trail Abu-abu Metalik, tahun 2005 Nopol B-1727-BR, Daihatsu Terios Putih Metalik tahun 2010 Nopol B-1611-UKP, Mitsubishi kuda, Merah Metalik tahun 2003 Nopol T-1228-TB, Toyota Kijang Innova Silver Metalik,tahun 2008 Nopol B-1562-BKR, Toyota Kijang Innova Silver Metalik, Tahun 2006, Nopol B-8649-MZ, Honda CRV Hitam Metalik Tahun 2010 Nopol B-1077-SJC, Honda CRV Hitam Metalik Tahun 2009 Nopol B-1694-TJB, Nissan Grand Livina Abu-abu Metalik tahun 2007 Nopol B-1067-UKF, Toyota furtuner Biru Metalik tahun 2006 tanpa Nopol, Nissan X-trail Abu-abu Metalik tahun 2005 Nopol B-1727-BR, Daihatsu Terios Putih Metalik tahun 2010 Nopol B-1611-UKP, Mitsubishi kuda Merah Metalik tahun 2003 Nopol T-1228-TB, Toyota Kijang Innova Silver Metalik tahun 2008 Nopol B-1562-BKR dan Toyota Kijang Innova Silver Metalik Tahun 2006 Nopol B-8649-MZ

Kronologis pencurian tersebut dengan cara, para pelaku menyewa kendaraan rental kemudian dijual atau digadaikan kepada pihak lain, Pelaku berpura-pura melamar sebagai sopir kemudian membawa kabur kendaraan dan menjual dengan harga dibawah standar, dan pelaku menyewa kendaraan berikut sopir lalu ditengah jalan membius dan membawa kabur kendaraan. Pelaku juga kedapatan menggunakan kendaraan yang diduga hasil kejahatan dengan merubah identifikasi kendaraan dan dilengkapi surat-surat palsu.

Barang yang disita kendaraan roda empat sebanyak 29 unit dan barang bukti dapat dilihat didepan parkir BB Kator Subdit Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya dan masyarakat dapat mengambil kendaraan yang dimiliki dengan menunjukan bukti kepemilikan kepada pihak kepolisian Polda Metropolitan Jakarta Raya (Fra’nz/eTha)

Jumat, 22 Juli 2011

" ONE DAY FOR CHYLDREN "


 Jakarta. Dalam Rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2011, Kementerian sosial RI bekerja sama dengan Lembaga Sosial dan Dunia Usaha akan menyelenggarakan kegiatan One Day for Chilldren (Sehari Bersama Anak ) pada tanggal 21 july 2011 dengan tema "dengan senyum ceria, kutatap dunia" rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan di kementerian sosial RI Jl. Salemba Raya No 28 Jakarta Pusat yang di ikuti oleh 1600 anak dari berbagai kalangan.
    Kegiatan One Day for Chilldren sudah menjadi agenda Kementerian Sosial RI dalam memperingati hari anak nasional, hal ini mengingat bahwa anak adalah bagian penting dari proses pembangunan nasional dan di posisikan secara strategis sebagai investasi (Human Capital. dalam hal ini Kementerian Sosial RI dengan menggandeng Lembaga-lembaga Sosial dan dunia Usaha memandang perlu dilaksanakan Sehari Bersama Anak (One Day for Chilldren)ini sebagai agenda strategis dalam rangka menumbuhkan kesadaran partisifasi lebih luas dari seluruh komponen bangsa bagi upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak serta menjauhkan anak dari berbagai perlakuan Marginalisasi.
    Pada peringatan hari anak nasional di lingkungan Kementerian Sosial RI, Sejak tahun 2009 sudah di agendakan secara One Day for Chilldren (sehari Bersama Anak) yang merupakan salah satu Refleksi dari paradigma baru dimana kita menempatkan anak sebagai subjek dan tidak melulu menjadi objek acara orang-orang dewasa. pada hari itu anak-anak adalah tamu-tamu istimewa dari hari mereka, anak-anak akan menikmati hari itu dengan penuh keceriaan dan kegembiraan dimana mereka menikmati sajian dan aktivitas kreasi anak secara bebas dapat berparsitipasi di dalamnya.
    Tujaun di selenggarakan hari bersama anak (One Day for Chilldren) ini adalah membangun kesadaran masyarakat dalam pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak; Mengarustamakan anak dalam setiap aspek kehidupan sosial masyarakat mulai dari tingkatkeluarga, masyarakat termasuk dalam penyelenggaraan tata kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana dipahami betul oleh setiap lapisan masyarakat serta menjadi sikap politik umum bahwa kepentingan terbaik adalah anak harus terwakili dalam setiap agenda pembangunan dan perluas kesempatan anak indonesia dalam meningatkan kapasitasnya untuk mencapai kwalitas kehidupan yang lebih baik sebagai bentuk pemenuhan atas hak anak, memperkuat peran dan fungsi sosialnya guan pelaksanaan hak parsitipasi secara optimal di masyarakat melalui agenda-agenda kegiatan yang melibatkan abak dan masyarakat secara luas.
    Pada acara ini anak-anak akan terhibur dengan panggung kreasi anak, parade anak indonesia, dan berbagai puri antara lain puri kreativitas, Puri gembira, puri polisi, puri pemadam kebakaran, puri televisi, puri kesehatan, puri bugar dan puri pekerja sosial. melalui puri-puri ini, anak-anak diperkenalkan dengan barbagai profesi yang di harapkan bermotivasi mereka untuk meraih cita-cita yang tinggi, anak-anak juga di berikan kesempatan yang luas untuk mencoba hal-hal baru, bertemu dengan anak-anak lainnya, dan berbagi pengalaman bersama.
    Anak-anak yang akan hadir sekitar 1600 anak terdiri dari balita dan anak terlantar, anak jalanan, anak dengan kecacatan dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus yang merupakan binaan dari pusat pelayanan sosial anak Kementerian Sosial RI, anak-anak yang tinggal dikementerian sosial RI, anak-anak dari keluarga besar Kementerian Sosial RI, dan Mitra Kerja Kementerian Sosial RI.
    Seirama dengan temanya " dengan senyum seria kutatap dunia" diharapkan seluruh anak-anak akan membaur dalam kebersamaan dan kegembiraan yang meningkatkan semangat untuk terus belajar dan berprestasi.(Fra'nz/Etha)


Kamis, 09 Juni 2011

Kementerian Sosial RI memperingati Hari Lanjut Usia 2011

Jakarta. Kementerian Sosial RI memperingati hari Lanjut Usia (HLUN) di gedung Aneka Bakti dan halaman parkir kementerian sosial dengan tema “Sehari Bersama dan Untuk Lanjut Usia” kamis (9/6) yang dihadiri oleh Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, mantan menteri Sosial Inten Suweno,Dirjen Yanrehsos Sanusi dan seluruh Pejabat eleson kementerian Sosial, acara yang mengikut sertakan kurang lebih seribu orang berbagai komunitas tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang di selenggarakan pemerintah sebagai wujud keperdulian terhadap para lansia yang rutin di adakan setiap tahunnya. panitia telah menetapkan bapak Drs.Ruchadi,M.si Ketua Umum PB PWRI sebagai ketua Umum Panpus HLUN 2011 dalam acara tersebut membuat puluhan stand untuk pameran Karya-karya para lanjut usia juga dihibur oleh artis lansia yaitu Lela Sari,Tari-tarian, dan paduan suara para lanjut usia.
Resolusi PBB Nomor 045/206 Tahun 1991, merupakan bentuk perhatian dunia internasional terhadap penduduk lanjut usia di wujudkan melalui penetapan 1 Oktober sebagai “International Day For The Elderly” dan dalam “Vienna Plan of Action on Again” tahun 1992, dicantumkan kalimat yang berbunyi ”mengundang bangsa-bangsa yang belum melaksanakan, agar menetapkan hari bagi lanjut usia”
Dewan Pengurus Pusat KNPI (komite Nasional Pemuda Indonesia) sebagai wakil generasi muda seluruh indonesia, tanggal 8 November 1991 telah mengirim surat Nomor : 1159/DPPKNPI/XI/1991 kepada bapak Presiden, dan salinannya kepada pengurus besar PWRI, yang berisi beberapa butir pokok-pokok pikiran pemuda indonesia tentang penghargan dan perlindungan terhadap warga negara lanjut usia, diantaranya disebutkan perlunya ditetapkan hari nasional yang khusus di pergunakan untuk mengungkapkan rasa hormat dan penghargaan kepada lanjut usia.
diperingatinya HLUN secara rutin diharapkan akan membantu meresapkan kedalam budaya kita bahwa masalah lanjut usia adalah masalah nasional yang tidak bisa dihindari oleh siapapun dan menyangkut semua pihak dan juga merupakan momentum penting untuk evaluasi perjalanan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial Lanjut usia. permasalahan kesehatan pada lansia saat ini semakin meningkat, karena para lansia merupakan kelompok penduduk yang menjadi fokus perhatian masyarakat dan pemerintah. untuk itu pemerintah selalu mendukung usaha pemerintah terhadap keperdulian dan penghargaan orang lanjut usia terutama dalam bidang kesehatan. dengan itu pemerintah melalui kementerian Sosial akan selalu berupaya untuk memberikan perhatian kepada para lanjut usia
Kelanjut Usiaan (ageing) merupakan proses alamiah dan kenyataan yang tidak dapat dihindari keberadaannya. gambaran, pada tahun 1990 populasi lanjut usia tercatat sebanyak 12,7 juta jiwa, sepuluh tahun kemudian (tahun2000) mengalami peningkatan menjadi sebanyak 14,4juta jiwa. berdasarkan hasil SUSENAS 2004 jumlah lanjut usia tecatat 16.522.311 jiwa dan diperkirakan pada tahun 2020 akan mengalami peningkatan melonjak menjadi sebanyak 28,8 juta jiwa.
Kecenderungan semakin meningkatnya jumlah lanjut usia merupakan fenomena yang harus diterima, dan membutuhkan perhatian serta penanganan yang memadai dari berbagai pihak. Penanganan perlu diselenggarakan dalam rangka peningkatan kesejahteraan lanjut usia serta pembangunan masyarakat yang lebih bermartabat. oleh karena itu sudah sewajarnya jika penanganan lanjut usia menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat sesuai dengan perkembangan paradigma baru pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan itu sendiri.
Lanjut usia mempunyai kelebihan dan juga kekurangan, beberapa kelebihan lanjut usia antara lain pengalaman, pengetahuan, keterampilan, keahlian dan kearifan. sedangkan kekurangannya antara lain adanya kemunduran fisik, malnutrisi, perasaan kesepian, berkurang penghasilan dan terbatasnya interaksi sosial.
Kondisi ini mendorong perlunya mewujudkan upaya bagi terjamin dan terlindunginya hak-hak lanjut usia juga perlu mendapatkan jaminan untuk memperoleh kemudahan-kemudahan (aksesibilitas) pelayanan dan pemenuhan kebutuhan serta pembangunan dirinya secara proposional sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 huruf H yang menyatakan bahwa” setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat “ namun dalam pelaksanaan ternyata masih sangat terbatas.
Lela Sari Artis Kondang yang dijuluki penyanyi Lansia Rock N Roll Disela-sela acara seusai bernyanyi, merasa terhibur dengan adanya acara tersebut dan dimana menurutnya kebersamaan keluarga dalam satu rumah yang saling memperhatikan itu sangat penting “tanggal 4 november yang akan datang saya genap 76 tahun. saya, anak, cucu sampai kepada cicit selalu bersama dan tidak pernah ada masalah program ini menurut saya agar membuat para lanjut usia engak dimanja”tuturnya kepada NuSa
Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan “jumlah panti sosial diseluruh indonesia sebanyak 278 beberapa diantaranya panti untuk Lansia, semakin meningkatnya jumlah lansia merupakan fenomena yang harus diterima dan membutuhkan perhatian serta penanganan yang memadai dari berbagai pihak, dan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” tuturnya
Menurut Dirjen Rehsos, Makmur Sunusi “Penyelenggaraan pameran kali ini dapat memberikan warna tersendiri tentang potensi komunitas Lansia, sebagai bukti bahwa usia senja bukanlah halangan untuk berkarya. Dari hasil kegiatan ini terlihat bahwa kreativitas lanjut usia dalam membuat karya sangat luar biasa” tuturnya(Fra’nz)
i

Kamis, 02 Juni 2011

Anggaran Perbaikan dan Pengerukan Saluran Saluran Air Kecamatan Pasar Minggu Kerahkan Warga

Jakarta, NuSa. terjadinya banjir di Ibukota DKI Jakarta akibat hujan dan saluran air tidak berfungsi karena mampet yang menggenangi kawasan pemukiman warga jakarta sehingga berdampak membawa wabah penyakit kepada warga
di Jalan Rambutan dan Komplek Diknas Kelurahan Pejaten Barat masing-masing dengan anggaran pengerukan dan perbaikan saluran air atau (drainise) sebesar 45juta diduga fiktif dimana lokasi untuk pengerukan melibatkan warga.
Menurut Mansyur Warga Jl Rambutan kelurahan pejaten barat mengatakan untuk pengerukan kali melibatkan warga, untuk warga yang tidak ikut dalam mengeruk saluran got biasanya memberikan komsumsi makanan kepada warga ikut bergotong royong dan hal yang sama diungkapkan Pak Tedy N warga Jl. Rambutan kelurahan pejaten barat, pasar minggu Kadang kadang giat kerja bakti di kerahkan warga atau pihak komplek sendiri diadakan sekali sebulan”tuturnya
hal ini di bantah oleh menurut A.Roman Sekretaris Camat” Warga kadang kadang kerja bakti setiap minggu kadang kadang dari kita kan bukan hanya membersihkan tapi kalau ada saluran yang rusak kita perbaiki
saat dimintai keterangan mengenai saluran di jalan rambutan kelurahan pejaten barat banyak di temui tidak berfungsi menurut A. Roman saluran itu kan hanya perawatan, jadi memang kan enggak bisa menuntaskan keseluruhan, bukannya enggak dikerjakan kita memang hanya pekerjaannya terbatas kalau sepanjang itu tidak berfungsi itu wewenang sudin, atau pun dinas, contoh anggaran kita kan hanya di bawah 50juta paling sekitar seratus meter, sementara anggaran dari sudin bisa diatas 200juta tentu pekerjaannya lebih banyak sudin Ungkapnya
masalah temuan NuSa di lapangan dimana masih banyaknya saluran got yang di tumpukin sampah sehingga aliran air tidak berjalan dengan lancar, menurutnya kalau datang hujan sampah tersebut bisa aja masuk lagi ke dalam got
Saat di Tanya anggaran yang di duga fiktif Irvan Amtha Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Air Kota Administrasi Jakarta Selatan tidak mau memberikan komentar dengan alasan mengatakan mau rapat ke luar dan mengarahkan ke Noviar Kasie Pemeliharan ataupun Dedi Kasie Perencanaan namun dedi melemparkan ke noviar kembali, namun berhubungan Noviar tidak ada di ruangan maka dedy dengan terpaksa memberikan stegmen.
Menurut Dedy Kasie Perencanaan Suku Dinas Pekerjaan Umum Air Pak camat yang lebih tau siapa pengawas untuk pengerukan kali tersebut, belum tentu pengawasnya Kasie PU air di kecamatan, kan ada juga kasie bratum, kalau masalah anggaran kami tidak tau menau pak, Kecamatan Cuma minta desain dari kita, dah itu kita kasi desainnya sama mereka, mereka yang merawat, mereka yang menunjuk, dan yang melaksanakan sampai mereka yang mengendalikan jadi yang tau persis yang bertanggung jawab disini adalah PPA Kecamatan masa saya yang harus jawab PPA Kecamatan perencanaan enggak harus jawab PPAnya dia”ungkapnya
kalau dari sudin untuk pengerukan hanya bersifat emergenci seperti Turap amblos yang membahayakan
total keseluruhan anggaran untuk saluran 2010 sebesar 80 miliar penyerapannya yang dilaksanakan sekitar 72persen sisanya yang enggakk di tagih, menurutnya juga setiap tahun rutinnya sudin di periksa oleh Inspektorat dan BPK pemeriksaan yang regular dan itu juga sampai di tinjau kelapangan”tuturnya.
Menurut Irvan Amtha Kasudin Pekerjaan Umum Air Jakarta Selatan mengatakan Pekerjaan Kecamatan tidak ada kaitannya dengan sudin karena KPA adalah Camat pengawasannya (pimpro) adalah Seksi PU Kecamatan dan pelaksanaan adalah pemborong bentuknya Penunjukan Langsung kalau sayakan swakelola kalau di walikota hanya sebatas perencanaan saja” Tuturnya.(Franz)



MAMPE ”Meinta BPK Usut Tuntas Anggaran Perbaikan Jalan Kecamatan Jakarta Selatan”

Jakarta,NuSa. Anggaran Perbaikan Jalan Pepaya Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu Rp.47.750.146 masih dipertanyakan dimana hasil investigasi NuSa diduga fiktif tidak dikerjakan menurut Sugiman warga Jl. Pepaya Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu menurutnya di Jalan papaya tidak pernah ada untuk perbaikan jalan ”sudah tiga tahun tidak pernah di renovasi untuk tahun kemarin enggak pernah ada kok” tuturnya dan perbaikan jalan amil VIII kelurahan pejaten barat, Pasar Minggu dengan anggaran 43.000.000 diduga menghilang dimana menurut investigasi NuSa jalan Amil VIII tidak ada.
dikecamatan Tebet tidak tampak pekerjaan jalan dimana hasil investigasi NuSa masih banyak jalan yang berlubang dan untuk pekerjaan Hotmik di daerah mereka adanya dugaan pungutan untuk perbaikan jalan dikenakan biaya sebesar 200ribu sampai 400ribu setiap satu rumah tinggal oleh Oknum yang tidak dikenal yang mengaku dari pihak kecamatan, Asti (warga) ” di tebet timur dimintai uang oleh Oknum Kecamatan, soalnya teman saya pernah mengatakan pengaspalan jalan di tempatnya di pungut biaya”ungkapnya
menurut Aroman sekretaris Camat Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh PT Teladan dengan nilai Anggaran Rp.47.750.146 dengan penawaran 40juta yang diperbaiki paling beberapa meter dan sebagian ada juga yang di kerjakan oleh sudin, wargakan tidak tahu itu”Ungkapnya, sama halnya yang di ungkapkan J Manulang Kasie PU Jalan Kecamatan Pasar Minggu selaku Pengawas seluruh kegiatan ada photonya” tuturnya di kantor sudin PU Walikota Jakarta Selatan dan untuk Anggaran Jalan Amil VIII sudah dipulangkan ke kas Pemda, kami salah membuat lokasi tersebut seharusnya lokasi tersebut adalah Jalan Amil VII, karena diregistrasi Amil VIII maka kami tidak berani untuk memindahlokasikan anggaran tersebut ke Jalan Amil VII” ungkapnya
menurut sekretaris Camat Tebet” kami tidak mengetahui hal tersebut, mungkin bisa aja saat mengerjakan hotmik yang seharusnya dikerjakan 300 meter namun di lokasi yang tidak masuk anggaran namun ada warga yang meminta untuk ikut di hotmik “ tuturnya
menurut Yayat Hidayat Kasudin PU Jakarta Selatan mengatakan KPA adalah Camat pengawasannya (pimpro) adalah Seksi PU Kecamatan dan pelaksanaan adalah pemborong bentuknya Penunjukan Langsung kalau sayakan swakelola, kami hanya sebatas perencanaannya saja kecuali dia mengawasi pekerjaan saya Tuturnya untuk pekerjaan hotmik di kecamatan tebet Yayat menyangkal adanya pungutan di kawasan tersebut“ kadang kadag begini ada orang memakai seragam mantan oknum PU tapi PU yang di out, seperti didepan rumah saya di layer , kebetulan saya sebagai sudin PU Jakarta barat, seorang warga meminta kepada saya”pak mau di layer pak” ungkap warga yang meminta kepadanya lah kok bisa begitu pak, kan ini kerjaan saya ungkap yayat kepadanya, mendengar hal terebut orang itu segera kabur dan itu juga kadang kadang ada benarnya juga dulu pernah warga jalan baru yang dimintai uang untuk pembangunan layer itu, ternyata yang dimintai itu wakil ketua BPK, dan itu informasinya dari Bapeda, saya telusuri, ternyata bukan orang PU ternyata orang yang tinggal di daerah hangkir yang punya pabrik hotmik”ungkapnya
Mampe Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Muda Nusantara (BAMUSTRA) mendesak agar BPK audit anggaran di setiap kecamatan DKI Jakarta dan melaporkan temuannya ke pihak yang berwajip untuk di periksa.(Fra’nz)

Rabu, 27 April 2011

Jakarta,NuSa.
Yayat HIdayat Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Kota Administrasi Jakarta Selatan Mengatakan kalau Anggaran untuk perbaikan Jalan untuk kawasan Walikota Jakarta selatan masih bayak yang kuran, dan meminta maaf kepada masyarakat jika masyarakatnya masih belum tersentuh oleh pekerjaan perbaikan jalan berlubang,
saat ditanyai NuSa tentang Anggaran tidak terprediksi di Suku Dinas Pekerjaan Umum, Yayat enggan memberikan RAB Anggaran tersebut, dimana menurutnya seluruh kegiatan untuk anggaran tidak terprediksi ataupun ternder yang ada di walikota Jakarta Selatan semuanya sesuai dengan prosedur, bahkan menurutnya Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Selatan menjadi contoh di DKI Jakarta.
pada pemberitaan sebelumnya pagu anggaran perbaikan Jalan pepaya kelurahan pejaten Barat, Pasar Minggu dibantah oleh kepala seksi Pekerjaan Umum Pasar Minggu ... Manullang mengatakan sudah pernah ada perbaikan di lokasi tersebut namun menurutnya masyarakat yang tidak mengetahui dan kalau mengenai Jl. Amil 8 memang kami salah mengajukan untuk perbaikan lokasi tersebut seharusnya lokasi yang di ajukan Jalan Amil 7 namun karena anggaran itu kami kembalikan ke kas, karena salah jadi kami tidak berani untuk memperbaiki jalan amil 7 tersebut dan ada laporannya"tuturnya.
Tumpak Dir.Investigasi Lembaga swadaya Masyarakat Barisan Muda Nusantara meminta agar Camat Pasar selaku Penguasa Pengguna Anggaran untuk Perbaikan Jalan berlubang tersebut Harus segera di periksa dan keras dugaaan adanya praktek KKN, karena di beberapa Item Pekerjaan anggaran untuk perbaikan jalan dan pengurasan tersebut tidak terealisasi dengan benar, dan akan segera melaporkan hasil temuannya ke pihak yang berwajib.(Fra'Nz)